SDR (Software Defined Radio), Kehadirannya Menjadi Kontroversi
"Web SDR (software defined radio) adalah sebuah web penerima sinyal radio dengan software(s) yang terhubung dengan internet yang memberi keleluasaan bagi banyak pendengar radio untuk bisa sekaligus menyimak bunyi dan menala penerimaannya", demikian sekelumit definisi SDR yang ada pada preambulehttp://www.websdr.org/
Teknologi SDR telah memungkinkan semua penggunanya untuk tunesecara independen dan bisa secara simultan menerima sinyal-sinyal yang berbeda. Hasilnya sangat kontras dan berbeda dengan hasil banyak radio penerima klasik yang juga terhubung dengan internet.
Bulan Februari 2011 ini, pada Top Band Reflector, SDR dikupas habis oleh kalangan top banders. Ada yang pro dan kontra terhadap kehadirannya. Mengapa?
Ternyata, penggunaannya yang makin meluas di kalangan topbanderstelah menimbulkan ekses negatif karena banyak dari pendatang baru diband tsb (mereka yang tidak sabar untuk menaiki tangga DXCC) secara berjamaah menggunakan fasilitas SDR tsb untuk menjalin 160m QSO 2-arah. Tentu saja hal tsb dianggap curang.
Kalau sebelumnya rangkaian elektronik SDR dibuat terhubung dengantransceiver, sekarang tidak perlu lagi. Sistem SDR paling mutakhir tidak lagi membutuhkan soundcard pada sebuah PC untuk memproses sinyal - apalagi perlu hardware DSP.
Silakan cek transceiver FlexRadio (www.flex-radio.com) dan/atau rangkaian penerima Perseus, SDR-IQ dan SDR-14.
Board Softrock SDR buatan Tony, KB9YIG (Gbr.1, atas) hanya berisi komponen-komponen utama seperti tiga transistor dan empat buahIntegrated Circuits (IC). Board ini dihubungkan dengan antena penerima pada sisi input dan di sisi lain (output) ke input stereo, dengan port USB, dari sound card Anda. Tentu saja, ada koneksi ke catu daya 12 VDC. Kit SoftRock dijual untuk berbagai band amatir dan juga BC.
Kombinasinya dengan software pengendali dan sound card berkwalitas baik, maka akan didapat bandwith luas dan hasil penerimaan yang fantastis.
Saya masih menyimpan dengan baik sebuah SDR kit board buatan Tony yang factory assembled (lihat Gbr. 2, 3, atas), Hingga saat ini belum dicoba secara intensif. Insyaallah, dalam waktu segera. OM Nyoman, YB1NWP, membantu saya untuk mengecek alat tsb (lihatGbr. 4).
Pada tahun 2006, saya pernah menulis di milis OrariNews tentang Softrock 160m. Anda dapat melihat tautannya pada
http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/2008/02/re-softrock-160-receiver-kit-jumat-juni.html dan
http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/2008/02/softrock-160-receiver-kit-selasa-juni.html
Bagi teman-teman yang mau dengar QSO 160m, CW dan SSB, melalui web SDR, silakan coba mengunjungi web-nya. Pilih situs yang sistem SDR-nya paling dekat dengan kawasan yang hendak Anda pantau
Pada web SDR milik WB4MAK (menggunakan SoftRock), Anda bisa mendengar -dan bahkan MELIHAT- di notebook Anda, betapa band 160m penuh dengan stasiun AS yang ngobrol dengan SSB, seharian. Lalu, pada saat SunSet, usai maghrib, WIB, Anda bisa tiap hari dengar banyak dan lihat sinyal CW dari AS yang memanggil DX. Panggilan tsb belum tentu bisa didengar oleh kita dengan sistem/set-up transceiveryang konvensional (tanpa SDR).
Majulah teknologi digital!
Malulah para pecundang di Top Band...
Teknologi SDR telah memungkinkan semua penggunanya untuk tunesecara independen dan bisa secara simultan menerima sinyal-sinyal yang berbeda. Hasilnya sangat kontras dan berbeda dengan hasil banyak radio penerima klasik yang juga terhubung dengan internet.
Bulan Februari 2011 ini, pada Top Band Reflector, SDR dikupas habis oleh kalangan top banders. Ada yang pro dan kontra terhadap kehadirannya. Mengapa?
Ternyata, penggunaannya yang makin meluas di kalangan topbanderstelah menimbulkan ekses negatif karena banyak dari pendatang baru diband tsb (mereka yang tidak sabar untuk menaiki tangga DXCC) secara berjamaah menggunakan fasilitas SDR tsb untuk menjalin 160m QSO 2-arah. Tentu saja hal tsb dianggap curang.
Kalau sebelumnya rangkaian elektronik SDR dibuat terhubung dengantransceiver, sekarang tidak perlu lagi. Sistem SDR paling mutakhir tidak lagi membutuhkan soundcard pada sebuah PC untuk memproses sinyal - apalagi perlu hardware DSP.
Silakan cek transceiver FlexRadio (www.flex-radio.com) dan/atau rangkaian penerima Perseus, SDR-IQ dan SDR-14.
![]() |
| Gbr. 1. "Though small we are mighty". SoftRock SDR (photo courtesy of SoftRock) |
Kombinasinya dengan software pengendali dan sound card berkwalitas baik, maka akan didapat bandwith luas dan hasil penerimaan yang fantastis.
![]() |
| Gbr. 2. Panel depan kotak SoftRock v.160m. Jack Stereo untuk LINE-IN |
![]() | |||||||
|
Pada tahun 2006, saya pernah menulis di milis OrariNews tentang Softrock 160m. Anda dapat melihat tautannya pada
http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/2008/02/re-softrock-160-receiver-kit-jumat-juni.html dan
http://topbanddxdiindonesia.blogspot.com/2008/02/softrock-160-receiver-kit-selasa-juni.html
![]() |
| Gbr. 4. Nyoman, YB1NWP, sedang mencoba produk Softrock di QTH-nya (Feb 2011) |
Pada web SDR milik WB4MAK (menggunakan SoftRock), Anda bisa mendengar -dan bahkan MELIHAT- di notebook Anda, betapa band 160m penuh dengan stasiun AS yang ngobrol dengan SSB, seharian. Lalu, pada saat SunSet, usai maghrib, WIB, Anda bisa tiap hari dengar banyak dan lihat sinyal CW dari AS yang memanggil DX. Panggilan tsb belum tentu bisa didengar oleh kita dengan sistem/set-up transceiveryang konvensional (tanpa SDR).
Majulah teknologi digital!
Malulah para pecundang di Top Band...



